Masmun Personal Blog, Informasi Liburan dan Wisata

Mudik Lebaran, Kebutuhan dan Kewajiban Atau Gaya Hidup?

Mudik menurut pengertian saya adalah istilah bagi para urban yang melaksanakan acara kembali ke tempat asalnya biasanya untuk waktu sementara dalam menyambut sebuah perayaan besar. Di Indonesia istilah Mudik lebih akrab dengan istilah Mudik Lebaran yaitu suatu kegiatan tahunan pulang ( kembali ) ke daerah asal masing-masing setelah beberapa lama bekerja ditempat lain ( perantauan ) dalam jangka waktu tertentu untuk bertemu keluarga, kerabat maupun sahabat. Sesuai namanya Mudik Lebaran ini berlangsung menjelang hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha. Namun kebanyakan pemudik hanya akan mudik ketika menyambut lebaran Idul Fitri dibanding Idul Adha.
Mudik Lebaran
Mudik Lebaran
Mudik Lebaran menurut saya pribadi menjadi kebutuhan untuk mendapatkan suasana lain dari rutinitas biasa selama setahun di perantauan, selain juga menjadi ajang untuk bertemu dan bersilaturrahmi dengan keluarga dan sanak saudara yang sudah lama tidak bertemu. Merupakan sebuah momentum tersendiri ketika kita bisa berkumpul dengan orang-orang terdekat kita dan mengenang masa kecil atau masa lalu ditempat masa kecil kita dulu sehingga dari situ bisa membangkitkan rasa kecintaan kita akan tanah kelahiran dan menumbuhkan keinginan untuk ikut memajukan daerah tempat asal kita. Saya sendiri sangat merasakan perubahan yang terjadi dari masa ke masa dimana tempat saya dulu menghabiskan masa kanak-kanak sampai dengan remaja. Perubahan itu seperti kondisi lingkungan, alam dan juga gaya hidup masyarakat sekitarnya yang mulai bergeser dari hidup sederhana layaknya masyarakat desa menjadi lebih komersil dan individualis. Mungkin ini juga dipengahuri oleh sebuah generasi yang hilang dari masyarakat lokal karena pengaruh peradaban kota tempat mereka menimba ilmu dan mencari nafkah.
Bagi sebagian orang Mudik Lebaran ini menjadi kewajiban karena mereka memang hanya tinggal sementara di tempat lain dimana mereka bekerja sedangkan keluarga dan anak-anaknya berada di daerah tempat asalnya. Sudah menjadi sebuah keharusan bagi mereka untuk menjenguk anak-istrinya dan membelikan mereka pakaian baru untuk acara lebaran nanti sehingga mau tidak mau mereka harus membawa hasil dari pekerjaannya mungkin lebih dari biasanya pada saat mudik seperti ini. Kedatangan anggota keluarga yang mencari nafkah ini sangat dinantikan oleh anggota keluarganya yang ditinggalkan tersebut sehingga sudah menjadi kewajiban mereka untuk pulang mudik dan lebaran bersama keluarganya di rumah. Kalau saya memang sudah tinggal di Pulau Tidung dan setiap tahun saya usahakan bisa mudik lebaran ke tempat kelahiran saya di Cilacap agar bisa merayakan lebaran bersama Ibu dan saudara-saudara yang disana walaupun bukan menjadi keharusan karena Istri dan anak saya juga di Pulau Tidung.
Setiap tahun momen Mudik Lebaran ini seolah menjadi hajat nasional karena hampir seluruh masyarakat Indonesia ikut merasakan dampak dan imbas dari kegiatan ini. Sebagian besar orang merasa mudik lebaran ini menyenangkan dan menjadi sebuah tradisi yang patut dilestarikan sehingga sebagian orang yang sebenarnya tidak ada kegiatan mudik malah menjadi tertarik untuk ikut mudik lebaran walaupun mungkin tempat yang dituju berbeda dengan orang pada umumnya, misalnya mudik ke tempat temen kerja, mudik ke rumah sahabat karib, dan lain-lain. Yang jelas mereka yang tadinya tidak mempunyai kegiatan menjelang lebaran justru ikut meramaikan suasana mudik lebaran ini. Hal inilah yang menjadi Mudik Lebaran ini bisa menjadi Gaya Hidup bagi sebagian orang yang memang merasa mudik adalah hal yang menyenangkan dan membuat pengalaman baru dari setiap kegiatannya.
Lalu bagaimana dengan sobat pembaca semua? Apakah Anda juga Mudil Lebaran tahun ini?

0 comments "Mudik Lebaran, Kebutuhan dan Kewajiban Atau Gaya Hidup?", Baca atau Masukkan Komentar

Post a Comment

* Berkomentarlah yang sopan dan relevan
* Komentar menggunakan bahasa yang baku
* Tidak menaruh live link dalam komentar
* Komentar akan dimoderasi dahulu